| 0 komentar ]

Biasanya, nih, di atas wastafel ada kaca. Nah, kalo nggak ada kaca?


Maklum, namanya aja udah yakin ganteng. Ngapain lagi ngaca. Iya, nggak?
(Peringatan: kelakuan narsis ini tidak untuk ditiru. Nggak ngaca akan beresiko bagi orang ganteng. Gimana ntar kalo nggak tau kalo belek masih pada nempel gara-gara nggak ngaca?)

| 5 komentar ]


Ceritanya begini. Karena banjir meluap, terseretlah sesosok putri duyung ke pemukiman warga. Warga pun menolong putri duyung yang malang itu, yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Perutnya udah kembung kemasukan air kali, dan pipinya pun bengkak-bengkak, cemang-cemong. Tapi, namanya aja putri duyung, teteeep... narsis. Dengan nafas engap-engapan, dan ketek beraroma comberan, ia pun berpose bak ratu kecantikan... Inilah dia.... hasilnya. Cantik banget, kan?

Ssst, jangan dipercaya, ya berita ini? Namanya aja dunia maya... 

| 0 komentar ]

Wah, senjata rahasia apakah yang akan digunakan kelak bila terjadi Perang Dunia III?

Bajay, Senjata Rahasia Perang Dunia III

Setelah foto bocoran ini menyebar, mari kita lihat benda apakah yang menjadi senjata rahasia tersebut. Di foto insert yang telah diperbesar, kita bisa melihat dengan jelas bahwa senjata rahasia tersebut adalah bajay.

Sebagai tukang ketik kurang kerjaan yang pengen eksis di blogspot ini, saya cari di gugel, bagaimana nasib senjata rahasia untuk Perang Dunia III tersebut setelah diluncurkan.
Bajay Mendarat Di rumah Artis Mulus

Hasilnya adalah: dari empat bajay yang meluncur, dua buah entah kemana rimbanya, 1 buah mendarat dengan mulus di rumah artis (yang mulus juga, tapi lagi mules), sedangkan 1 buah nyusruk setelah menabrak pohon di jalan raya.

(ssst... jangan dipercaya, ini cuma hoax!)

| 0 komentar ]

Tobat Tapi Masih Kumat

| 1 komentar ]

Weh? Jablay dibudayakan? Tenang. Jablay di sini adalah "jarang bolos dan lalai". Nggak tau deh huruf "y"-nya nyelonong dari mana. 


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bolos dan lalai artinya:
bo·los, mem·bo·los v 1 tidak masuk bekerja (sekolah dsb); 2 meloloskan diri;

la·lai 1 a kurang hati-hati; tidak mengindahkan (kewajiban, pekerjaan, dsb); lengah; 2 v tidak ingat krn asyik melakukan sesuatu; terlupa: 
Jarang bolos dan lalai. Yah, mendingan "jarang" daripada "sering".

| 2 komentar ]

Kalau udah berapa hari nggak buka FB, harapannya sih, yang add dah banyak, yang kangen dan kirim pesan udah banyak juga, yang komentar dan menulis di wall juga udah banyak.

FB, antara harapan dan kenyataan

Lain harapan, lain juga kenyataan.
Ah, biarlah cuma satu. Yang penting tulus bertegur sapa. Bukan hanya sekedar angka, tapi nggak saling kenal dan nggak pernah saling menyapa.

Ini lucunya di mana, sih? Kok malah curcol? Entahlah. Hehehehe.

| 3 komentar ]

Daripada pusing-pusing ngebahas asal muasal dan pengakuan pembuat crop circle di Sleman, desa Jogotirto, mendingan kita liatin crop circle ajaib berikut ini: Gayus, Sule, Azis Gagap dan Budi Anduk.

1. Crop Circle Gayus Tambunan
Jah, dia lagi, dia lagi. Hehehe. Mudah-mudahan dia nggak diajak jalan-jalan ke luar angkasa sama mahluk asing dari planet lain.

Crop Circle Gayus Tambunan